Catatan Alumni
Rekan alumni CBM,
Pekan ini saya membaca materi 6th WCO RTC Indonesia International Conference 2026. Ada satu slide yang membuat saya berhenti cukup lama: daftar delapan agen AI yang sedang dikembangkan DJBC untuk CEISA 4.0.
Associate degrees usually take approximately two years when studying full time and are available at community colleges and technical schools around the world
Apa yang sedang dibangun
Presentasi Tagara Primadista dari DJBC memaparkan sistem bernama TradeAI. Agen-agennya dirancang untuk:
- mengklasifikasi HS berdasarkan karakteristik barang
- mencocokkan invoice dengan dokumen lain
- menganalisis e-COO
- membaca hasil X-ray.
Satu agen lagi bertugas mengambil harga pasar dari marketplace sebagai pembanding nilai.
Presentasi itu tidak menjelaskan agen mana yang sudah berjalan penuh. Tetapi arahnya sejalan dengan makalah lain di konferensi yang sama, SENTINEL, yang mengolah riwayat keberatan dan banding menjadi skor risiko atas PIB.
Untuk kita, artinya sederhana. Selisih antara invoice, packing list, dan PIB yang dulu lolos karena pemeriksa kekurangan waktu akan makin cepat terlihat.
Soal harga marketplace, saya punya catatan sendiri. Sebagai indikator risiko, itu wajar. Kalau dipakai untuk menetapkan nilai pabean, ceritanya lain, dan menurut saya bisa diuji dalam keberatan. Nilai transaksi tetap harga yang benar-benar dibayar atau harus dibayar. Karena itu, bukti pembayaran, kontrak, dan korespondensi harga perlu siap sejak awal, bukan dicari setelah SPTNP datang.